Bagi kalian yang suka membaca bisa ikutan PO novel baru karyaku. Mungkin aku bukan penulis profesional, aku hanya mencoba apa yang aku suka dan impikan. Aku juga membutuhkan saran dan kritik ketika kalian sudah membaca novel ini.. Hehehehe
Selasa, 10 November 2020
Rabu, 23 September 2020
Pelukan dari Simfoni
Disaat malam tiba
perasaan sunyi
Sedang mendekap dalam kalbu
jiwa meronta ronta
tapi apalah daya
jika tak sampai memberitahukan isi hati
Simfoni malam ini
Seperti sedang memberikan sebuah pelukan hangat
bahwa sebuah rasa hanya bisa terpendam
jika diungkapkan saja tak diberi waktu
maka
diam sejenak sembari menikmati alunan simfoni yang kau dengar
anggap saja simfoni adalah pengobat rasa pilu
Luka Jiwa
Pernah merasa bahagia
Pernah merasa kamu satu-satunya
Rasanya seperti rasa syukur yang tak henti
Hari-haripun lebih terasa menyenangkan
Begitu banyak rencana
Begitu banyak yang kita lalui
Meski waktu begitu singkat
Aku sungguh bahagia
Bersyukur bisa bertemu denganmu
Namun seketika melebur
Kenangan kita telah usai
Harapan kita telah pergi terbawa angin
Kamu yang aku dambakan
Melukai jiwaku
Kamu merobek-robek hatiku
Hingga akhirnya kembali pada luka
Selasa, 15 September 2020
Aku bukan wanita cantik
Yang di dambakan lelaki
Aku hanyalah wanita biasa
Yang bisa memposisikan
Harus bagaimana aku bersikap
Aku hanyalah wanita
Yang selalu menggunakan perasaan
Bukan hanya menggunakan logika
Aku hanya wanita
Yang pernah terluka berulang kali karena lelaki
Hingga akhirnya aku tidak tahu
Siapa yang benar-benar tulus
Atau hanya sekedar singgah
Dan hanya bermain-main dengan perasaan tulus...
"Morning imajinasi"
Sebuah Harapan
Aku bukanlah wanita sempurna
Aku juga bukan wanita tercantik
Aku hanyalah wanita biasa
Yang mendambakan kamu
Sosok lelaki
Yang memberikanku kehangatan
Bukan hanya kisah yang sementara
Setelah itu membekaskan luka
Aku hanya ingin
Lelaki biasa
Yang bisa memberikan ketulusannya
Untuk menggapai tujuan bersama
Sabtu, 08 Agustus 2020
Dia Lelakiku
Jika aku diberi pertanyaan "mengapa kamu memilihnya?", pasti jawabanku cuma satu "enggak tau". Aku juga enggak pernah berniat dekat dengannya karena pada saat itu aku mengharapkan seseorang yang lebih dahulu dekat denganku. Tiba-tiba waktu begitu cepat seperti ada angin yang melewatiku dengan kecepatan tak seperti biasanya. Bisa dibilang seperti kilat, yang tiba-tiba terjadi tanpa diperkirakan sebelumnya. Terkadang merasa masih seperti mimpi punya dia, bukan tentang siapa dia tapi tentang bagaimana dia meluluhkan dinding tebal yang terbuat dari beton. Super sekali rasanya. Tak henti mengucap rasa syukur dan menerbangkan do'a ke langit agar rencana kita selalu diberikan kemudahan.
Mungkin dalam hati kecilku begitu banyak pertanyaan dan kekhawatiran namun dia selalu memberikan penguatan bahwa kita hanya bisa berusaha semampunya karena hanya Allah yang dapat menentukan segalanya. Dan saat ini kita hanya bisa saling menyemogakan agar menjadi pelabuhan terakhir. Dunia ini tak pernah begitu sempurna begitu pula dengan kisah yang ada didalamnya seperti kerikil kecil yang masih bisa berserakan dimana-mana. Jadi sebagai mahluk hanya bisa menjalani sesuai apa yang ada di depan mata.
Memilikinya seperti mendapatkan sesuatu yang tak pernah terduga sebelumnya, dia sosok yang begitu sabar, sosok yang begitu pengertian dengan begitu moodyannya aku. Dia yang selalu bisa berdikir lebih dewasa dibandingkan aku, dia lebih dari segalanya. Terkadang kita bisa menjadi teman, sahabat, pasangan dan tergantung situasi juga si yaa. Satu hal lagi yang paling aneh, entah mereka bisa bilang bucin kali yaa. Kita merasa selalu rindu meski setelah bertemu dan terkadang saat bertemu ada saja kekonyolan yang dilakukan, entah itu dari diriku atau darinya. Kita malah lebih suka kalau salah satu tersiksa bukan penganiyayaan ya, hanya seperti candaan atau keusilan yang suka kita lakukan untuk membuat pasangan sebel gitu.. Hahaha
Rasanya menyenangkan ketika bertemu dengannya, seperti berada dalam labirin yang terisi dengan sosoknya. Hahaha membayangkan saja aku sudah sangat bahagia apalagi bisa jadi kenyataan pasti setiap harinya bertemu dengan dia. Ini hanya ilusi mata dan hati saja, semoga saja kita diberikan perjalanan yang menyenangkan agar selalu diberikan kelancaran di kedepannya. Semoga harapan harapan bukan hanya harapan dalam ilusi namun menjadi harapan yang menjadi indah di hari esok dan masa yang akan datang....
Jumat, 07 Agustus 2020
Hanya Sebatas Rasa
Bersamamu,
Seperti menjalin kisah,
Kita saling merasakan rindu,
Kita saling bertanya kabar,
Tapi aku tak pernah tau,
Apakah saling merasakan,
Atau hanya aku saja yang merasakan,
Tak pernah ada kata yang meyakinkan,
Semakin kamu hadir,
Semakin pilu pula rasanya,
Saat kamu menghilang,
Akupun merasa rindu,
Tapi,...
Semakin hari,
Aku semakin bertanya tanya,
Apakah ini sebuah rasa?
Atau hanya sebatas teman kesepian...
Terasa Sepi karena Merindumu
Saat sepi,
Aku merasa sendiri,
Saat aku terdiam,
Seketika aku merindukanmu,
Entah rasa apa yang kurasa,
Meski aku tau,
Aku bukanlah siapa siapa bagimu,
Hanya saja rasaku semakin kuat,
Saat aku tak mendengar kabar darimu,
Hatiku terasa gelisah,
Ingin rasanya ku mengirim pesan,
Hanya saja aku ragu,
Dan tak tahu apa yang harus aku lakukan...
Berlari Mengejar Mimpi
Dia,
Yang aku damba,
Nyatanya tak pernah melihat,
Bahwa aku berada di dekatnya,
Saat aku perlahan mendekat,
Diapun tak bergerak,
Saat aku berlaripun,
Dia tak pernah bergerak dari posisinya,
Hingga kini,
Aku masih berharap padanya,
Meski saat ini,
Hanya aku yang berusaha,
Akan aku coba sekuat tenaga,
Meski aku terjatuh berkali-kali,
Aku akan tetap berusaha,
Hingga akhirnya mendapatkan jawaban terbaik
.
.
Tema : Bangkit
.
NB : pernah diikut sertakan lomba puisi
Meski bukan pemenang setidaknya pernah berpartisipasi.. Tetaplah menulis jika menulis adalah salah satu kebanggaan untuk dirimu..
Tema : Perempuan Dalam Sajak
Kami hanya perempuan biasa,
Yang selalu bersembunyi dalam senyum,
Pernahkah kamu tahu?
Bahwa begitu banyak rasa yang kami pendam,
Dan pernah kah kamu berfikir,
Bahwa begitu banyak pilu yang kami rasakan,
Hanya saja kami tetap terdiam,
Kami tetap tersenyum,
Karena senyum,
Adalah salah satu obat penawar,
Dalam segala rasa,
Meski begitu pelik,
Namun kami akan tetap selalu bertahan,
By : handhikuchan
.
Saat aku menunggumu,
Diam diam aku melihat langit,
Dan ternyata,
Langit di siang hari itu begitu indah,
Seketika aku terhanyut dalam sendu,
Dan seketika aku mengucap syukur,
Begitu indah ciptaan-MU,
Sungguh aku terpesona saat itu,
Duduk terdiam,
Sembari aku menikmati hembusan angin,
Disaat itupula aku tersenyum,
Sembari mengingat waktu itu,
Terimakasih Tuhan,
Engkau berikan aku keindahan,
Keindahan yang tak pernah aku duga sebelumnya...
Surabaya, 4 agustus 2020
Secerca Harapan
.
Terimakasih,
Hadirmu memberikan cahaya,
Meski cahayanya,
Belum seutuhnya menerangi,
Duniaku,
Waktu itu terasa gelap gulita,
Terombang ambing,
Tanpa tujuan,
Dan saat ini,
Cahayamu memberikan secerca harapan,
Meski tak seutuhnya menerangi,
Setidaknya duniaku tak gelap lagi..
.
.
Surabaya, 8 Juli 2020
.
#ilusisebuahfoto #ilusikata #imajinasikata #imajinasiperasaan #puisi #katakata #hanyatulisan #aksimenulis
Dia yang Hadir tanpa terduga
Pada saat itu aku sedang gelisah, hingga akhirnya aku mencoba untuk mencoba aplikasi yang banyak orang pakai namun saat mengisi data tersebut, aku merasa data yang harus diisi terlalu pribadi. Hingga akhirnya aku mengurungkan niatku untuk memakai aplikasi tersebut, aku uninstallah aplikasi tersebut. Karena aku lupa tetap mencantumkan salah satu akun sosmedku tiba tiba ada seseorang yang mengajukan pertemanan di sosmed aku, aku tidak pernah berfikir bahwa dia dari aplikasi yang pernah aku download itu. Lalu aku mencoba untuk bertanya tentang siapa dia dan berasal darimana, kenapa bisa dia ingin berteman denganku. Sejak itu kita berteman dan kisah kami hampir 80% mirip, banyak kesamaan dalam berbagai hal hingga akhirnya kita bisa berbincang panjang lebar meski hanya melalui akun sosmed dan belum berlanjut ke whatsapp.
Lalu suatu hari ada seseorang yang mengajukan permintaan pertemanan dan yang aku heran dia adalah seorang perempuan, bertanya tanya dong aku. Kenapa banyak akun yang tidak pernah aku kenal tiba tiba muncul. Lalu aku sadar bahwa aku mencantumkan akun sosmed di aplikasi yang pernah aku pakai sebelumnya lalu aku kembali install aplikasi tersebut untuk menghapus akun agar tidak ada yang tiba tiba muncul di akun sosmed yang aku pakai, suatu hari seorang perempuan yang bisa aku sebut inisial "A" ingin bertemu denganku untuk mengenalkan adiknya padaku karena dia khawatir bahwa adiknya tidak bisa mengenal seorang perempuan. Jujur saat itu aku takut karena aku tidak mengenalnya dengan baik apalagi melalui aplikasi kenalan yang tidak pernah aku pakai sebelumnya dong. Pasti bertanya tanya bagaimana kalau hal tidak diinginkan terjadi, aku menolaknya dengan sopan dan ternyata dia masih memiliki cara agar aku bisa bertemu dengannya. Suatu hari dia berinisiatif membeli salah satu barang yang ada di online shop aku, aku berfikir keras agar aku tidak dijodoh-jodohkan sama adiknya lalu aku bercerita dengan seorang lelaki yang diawal aku ceritakan yaaa bisa diberi isial "B" lah yaa, dan tanpa aku sadari dia berkata "yaudah, ayuk aku temenin COD", seketika aku berfikir ini anak beneran gitu? Sedangkan kita belum pernah bertemu ataupun tidak satupun temen yang mengenalnya. Akupun mencoba untuk berfikiran baik karena dia berniat baik.
Saat hari itu telah tiba, kitapun bertemu dan diapun menjemputku dirumah.. Setelah kejadian itu si "A" mundur dan tidak menggangguku lagi. Namun tanpa aku duga duga ternyata "B" mengajak bertemu untuk yang kedua kalinya. Dia ingin mengajakku ke tempat es cream yang recomended katanya. Ketika hari itu tiba sungguh aku tidak pernah menduga bahwa akan terjadi. Dia berkata "aku tidak mau mengajak kamu pacaran tapi aku mau ngajak kamu serius. Kamu mau tidak?"
Aku senyum dan berfikir dalam hati "beneran apa mimpi aku, kenal aja belum ada tahunan. Kenapa bisa begini"
B pun kembali bertanya "bagaimana jawabannya?"
Akupun jawab "tapi kamu belum mengenalku dengan baik"
B menjawab "insya'Allah aku sudah yakin sama kamu, dan aku akan buktikan omonganku bukan main-main"
Akupun menjawab "iya aku terima"
B pun menjawab "alhamdulillah terimakasih, nanti aku ijin ke orangtuamu"
Pikiranku tidak secepat yang terjadi dong. Ternyata belum ada sebulan dia berencana bertemu orangtuaku dan mengatakan niatan baiknya. Lalu hari itu benar benar tiba dan dia benar benar datang dongg.. Akupun tidak habis pikir dengan apa yang terjadi. Mungkin ini yang dinamakan takdir Allah.. Apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi tanpa kita duga. Setelah orangtuaku bertemu dengannya bulan berikutnya giliranku untuk bertemu orangtuanya, dan orangtuanya pun bertanya "bagaimana kelanjutannya, tidak usah pacaran lama-lama, kalau udah serius yaudah nikah aja atau tunangan dulu" sungguh amazing rencana Tuhan....
.
.
To be continued
Selasa, 09 Juni 2020
Kesempatan yang Sia-Sia
Aku kira,
Kesempatan adalah kebahagiaan,
Nyatanya,
Kesempatan,
Bukanlah sesuatu yang baik,
Tak ada kesempatan yang merubah,
Sikapmu sama saja,
Mungkin memang benar,
Kamu hanya memikirkan dirimu,
Aku bukanlah prioritasmu,
Dan akupun tak tahu,
seberapa pentingnya aku untukmu,
Aku kembali pada luka,
Dan aku kembali menyerah,
Entah hanya ini pikiranku,
Atau memang kenyataan,
Memang berat,
Jika menjalani saat aku jauh darimu...
Tersenyum meski sedang Luka
Aku tersenyum,
Aku bisa tetap tertawa,
Tetapi sesungguhnya aku luka,
Kamu tau kenapa?
Kamu dan aku terhalang jarak,
Tapi seakan akan aku bukan prioritasmu,
Aku melihatmu online,
Tapi kamu tak pernah mencoba menghubungiku,
Aku memang diam,
Karena aku cukup lelah untuk memulai,
Seakan akan hanya aku yang ingin berjuang,
Seakan akan hanya aku yang ingin menggapai tujuan,
Aku sudah pernah menjelaskan,
Jika kesempatan kedua ini tak berarti,
Maka biarkanlah aku pergi,
Dan biarkanlah aku menemukan dia yang peduli,
Bukan hanya ingin diperdulikan....
Rabu, 06 Mei 2020
Cerpen Komitmen
.
Hanya bercerita tentang seseorang yang saling mengagumi dan memberikan sebuah komitmen menjalin sebuah hubungan masadepan namun perjalanan itu tidak berjalan baik sesuai apa yang mereka harapkan...
.
.
Saat itu wira dan dinda sudah berteman baik namun tiba-tiba wira mengungkapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah komitmen, saat itu wira berkata "aku tidak mau pacaran, bulan depan aku mau minta ijin ke orangtuamu" lalu dindapun bertanya "untuk apa kamu datang kerumah?". Wirapun hanya menjawab "lihat saja nanti". Namun seiring berjalannya waktu dinda merasakan keanehan karena si wira selalu memanggilnya dengan kata "sayang" sedangkan wira pernah mengatakan bahwa dia tidak mau pacaran. Dinda pun merasakan resah karena dinda tidak pernah tau hubungan apa yang sedang dia jalani. Lalu dinda pun memberanikan diri untuk bertanya "sebenarnya aku siapa kamu wira?" lalu wira menjawab "kamu kekasihku". Seketika dinda hanya termenung namun dalam hatinya merasakan bahagia karena pada akhirnya ada seseorang yang benar-benar akan datang menemui orangtuanya.
Namun seiring berjalannya waktu banyak kejadian yang membuat dinda merasa gelisah, dinda merasakan begitu peliknya hubungan yang dijalani, banyak sesuatu yang menekan dirinya hingga dinda tak sanggup menjalani hubungan bersama wira. Wira adalah sosok yang baik namun satu sisi wira adalah sosok yang egois dan selalu ingin dimengerti tanpa mau tau apa yang sedang dinda rasakan. Wirapun tak pernah tau apa kesukaan dinda, bagaimana keadaan dinda, dan kapan hari ulangtahun dinda.. Detik demi detik wira dan dinda sering bertengkar hanya karena masalah sepeleh, dinda sering dapat cacian dari wira yang seolah-olah dinda mengeluarkan kata yang tidak sopan padanya. Banyak kata dan ucapan yang tak pernah dinda pahami tentang wira, yang pada akhirnya membuat dinda mengungkapkan segala keluh kesah yang penuh sesak di dalam jiwa raganya. Namun ungkapan dinda hanya dipahami saat itu juga, keesokan harinya wirapun tetap bersikap sama dan pada akhirnya dinda pun memutuskan untuk menyudahi segala hubungannya dengan wira dan wirapun tak berkata banyak tentang itu, dia hanya berucap "yakinkah kamu untuk menyudahi hubungan kita" lalu dinda menjawab "iya"
Dan semuanya berakhir setelah kata iya....
.
.
Satu hal yang perlu di kutip dari cerita itu.
Bahwa hubungan itu memang tidak selalu sempurna, tidak selalu baik baik saja. Yang ada hanyalah sebuah perjuangan antara kamu dan dia. Usaha mendapatkan kebahagiaan bersama. Jangan merasa bahwa hanya kamu yang membutuhkan perhatian, bukan hanya kamu yang ingin dimengerti. Sibuk memang adalah aktivitas masing masing namun sebuah hubungan juga membutuhkan sebuah komitmen dalam menjalani, banyak hal yang diproseskan untuk mendapatkan satu tujuan bersama karena segalanya dibicarakan baik-baik dan segalanya dilakukan bersama bukan hanya satu pihak saja...
.
Semoga kamu yang berkomitmen selalu bahagia.
Salam dari handhikuchan.. ^.^
Hanya aku yang menginginkanmu
Pernah kah kamu berada di posisiku?
Yang mengagumimu,
Yang selalu merindukanmu,
Tapi mengapa?
Tak pernah sekalipun kamu menoleh,
Ringkih rasanya hatiku,
Ketika melihatmu,
Tapi bukan kamu secara nyata,
Yang aku lihat,
Hanyalah bayanganmu,
Sampai kapan aku menunggu?
Sampai kapan aku berjuang?
Dan sampai kapan aku tetap berdiri disini,
Akankah waktu berpihak padaku?
Dan akankah kamu membalas segala rasaku?
Selasa, 14 April 2020
*Titik*
Pernahkah kamu,
Berada pada satu titik,
Yang harus memilih,
Antara pilihan satu dan lainnya,
Pernahkah kamu,
Mengatakan,
Apa yang sedang kamu rasakan,
Dan apa yang kamu gumamkan dalam hati,
Terkadang,
Harapan itu,
Hanya berada dalam gumaman hati,
Jika itu diungkapkan,
Seperti gunung meletus tiba tiba...
Berada pada satu titik,
Yang harus memilih,
Antara pilihan satu dan lainnya,
Pernahkah kamu,
Mengatakan,
Apa yang sedang kamu rasakan,
Dan apa yang kamu gumamkan dalam hati,
Terkadang,
Harapan itu,
Hanya berada dalam gumaman hati,
Jika itu diungkapkan,
Seperti gunung meletus tiba tiba...
Tetesan hujan itu,
Seperti tetesan air mataku,
Ingin rasanya ku menangis,
Dan ingin pula rasanya menyerah,
Bertahan tapi rasanya terluka,
Bertahan tapi terasa menyiksa,
Jika menyerah,
Tapi hati masih kekeh untuk berjuang,
Mungkin,
Pikiranku saja yang terlalu berlebihan,
Dan mungkin hanya perasaanku yang menggebu gebu,
Tapi rasanya aku ingin berhenti sampai disini,
.
.
Wattpad : http://www.wattpad.com/SubhanaAndhiKurnia
.
Hanya ingin menulis,
Hanya ingin mengubah kata menjadi rangkaian kalimat indah untuk dibaca
. ♥♥
Seperti tetesan air mataku,
Ingin rasanya ku menangis,
Dan ingin pula rasanya menyerah,
Bertahan tapi rasanya terluka,
Bertahan tapi terasa menyiksa,
Jika menyerah,
Tapi hati masih kekeh untuk berjuang,
Mungkin,
Pikiranku saja yang terlalu berlebihan,
Dan mungkin hanya perasaanku yang menggebu gebu,
Tapi rasanya aku ingin berhenti sampai disini,
.
.
Wattpad : http://www.wattpad.com/SubhanaAndhiKurnia
.
Hanya ingin menulis,
Hanya ingin mengubah kata menjadi rangkaian kalimat indah untuk dibaca
. ♥♥
Selasa, 07 Januari 2020
Aku sedang merindu,
Merindukan kalian yang dulu,
Yang bisa ku genggam ketika aku terpuruk,
Aku sedang merindu,
Hingga tetesan air mataku terjatuh,
Entah duka apa yang sedang berselimut dalam hati,
Yang ingin ku gapai saat ini hanyalah kalian,
Inginku memelukmu hingga segalanya tercurahkan,
Hatiku sedang tak menentu,
Wahai kalian yang dulu,
Kembalilah dalam situasi yang sama,
Hinggaku dapat bersamamu disetiap detik,
Meski ku tersadar bahwa waktu ini telah berbeda,
Duniamu dan duniaku terhalang oleh waktu...
.
.
#hanyarindu 🙈
Merindukan kalian yang dulu,
Yang bisa ku genggam ketika aku terpuruk,
Aku sedang merindu,
Hingga tetesan air mataku terjatuh,
Entah duka apa yang sedang berselimut dalam hati,
Yang ingin ku gapai saat ini hanyalah kalian,
Inginku memelukmu hingga segalanya tercurahkan,
Hatiku sedang tak menentu,
Wahai kalian yang dulu,
Kembalilah dalam situasi yang sama,
Hinggaku dapat bersamamu disetiap detik,
Meski ku tersadar bahwa waktu ini telah berbeda,
Duniamu dan duniaku terhalang oleh waktu...
.
.
#hanyarindu 🙈
Aku masih teringat waktu itu,
Ketika kamu hadir dalam keseharianku,
Segalanya berawal dalam bayangan dan ilusi,
Bahagia saat itu,
Hadirmu memberikan cahaya,
Membuat bunga bermekaran dalam hati,
Sikap yang kau berikan seolah nyata,
Seketika semua berubah menjadi gelap,
Dunia bahagia itu retak bersamaan dengan kenyataan pahit,
Seketika itu aku mengalihkan duniaku darimu,
Lalu,..
Kamu kembali memberi begitu banyak pelangi,
Kemudian kamu buat seolah wanita hanyalah permainan,
Semua yang terjadi hanyalah skenario dalam drama,
Yang kau atur sesuka hatimu,
Andai angin bisa menyampaikan pesan,
Ku ingin memberimu pesan,
Berhentilah memakai topeng,
Aku lelah dengan begitu banyak drama yang terjadi,
Seolah dunia ini hanya ada skenario kepalsuan,..
*Luka yang menjadi kenangan*
Aku telah bermimpi,
Bahwa kamu telah menghampiriku,
Yang kurasa bukanlah rindu,
Tetapi hanya sekilas mengingat saat itu,
Mengingat saat bersamamu,
Mungkin menyenangkan,
Tetapi lika liku itu menyayat batin,
Hingga saat ini,
Luka itu menjadi kenangan dalam hidupku..
Bahwa kamu telah menghampiriku,
Yang kurasa bukanlah rindu,
Tetapi hanya sekilas mengingat saat itu,
Mengingat saat bersamamu,
Mungkin menyenangkan,
Tetapi lika liku itu menyayat batin,
Hingga saat ini,
Luka itu menjadi kenangan dalam hidupku..
*Kenangan abadi antara aku dan ibuku*
Wanita kecil sudah beranjak dewasa,
Yang memiliki jutaan beban,
Tanggungjawab serta guncangan batin menyayat kalbu,
Detik demi detik telah dilalui,
Luka luka kecil tumbuh dan menggores,
Luka yang tiap detik menganga dan menutup,
Seperti kayu rapuh nan tua,
Dia ibuku,
Tapi mengapa dia seolah menyuruhku pergi,
Kata kata nya tak seindah kenangan masa itu,
Aku hanya gadis yang terpontang panting,
Aku rindu,
Gemuruh dalam hati,
Ingin rasanya kembali dalam kenangan yang terkubur waktu,
Tapi semua sudah berlalu,
Hanya menjadi kenangan abadi antara aku dan ibuku...
Yang memiliki jutaan beban,
Tanggungjawab serta guncangan batin menyayat kalbu,
Detik demi detik telah dilalui,
Luka luka kecil tumbuh dan menggores,
Luka yang tiap detik menganga dan menutup,
Seperti kayu rapuh nan tua,
Dia ibuku,
Tapi mengapa dia seolah menyuruhku pergi,
Kata kata nya tak seindah kenangan masa itu,
Aku hanya gadis yang terpontang panting,
Aku rindu,
Gemuruh dalam hati,
Ingin rasanya kembali dalam kenangan yang terkubur waktu,
Tapi semua sudah berlalu,
Hanya menjadi kenangan abadi antara aku dan ibuku...
Cerpen
Dari dalam sebuah ruangan kosong terdapat dua kursi kosong. Disana yang terlihat hanyalah kegelapan tanpa ada secerca cahaya. Seketika dari kejauhan nampaklah bayangan yang tak pernah diduga. Dia datang dan mengetuk pintu perlahan, meski aku kuat menutup rapat-rapat ternyata dia bisa membuka pintu dengan sangat elegan.
“Silakan masuk” kataku dari dalam ruangan kosong sembari melihat sosok bayangan itu. Aku masih terdiam, tercengang dan tak berdaya karena dia begitu mudah membuka pintu.
“Bolehkah aku menjadikanmu sebagai putri dalam hidupku?” Tanya dia sambil menatap mataku.
“Emmm.. Ii,.yaa!” begitu mudah aku menjawab ajakan dia. Lalu aku dan diapun menjalani hari-hari bersama sambil merencanakan sesuatu yang luar biasa. Ragu dalam lintasan namun aku tetap melangkah maju dengan keyakinan. Suatu ketika pergantian tahun akan terjadi, lalu dia ijin untuk pergi bersama keluarga besarnya. Setelah malam itu diapun menjadi sosok yang sangat berbeda dari pertama bertemu. Hatiku terasa terombang-ambing dengan sikap dia yang berubah, akupun memberanikan diri untuk bertanya padanya. "apa yang sebenarnya terjadi?" kataku sembari berdo'a dalam hati. Diapun menjawab "aku tidak pantas untukmu".
Seketika hatiku seperti dicabik-cabik, dibakar dan dibuang kedasar jurang. Akupun bertanya lagi "apa alasan kamu berkata seperti itu?"
Dia hanya berkata "maafkan aku, aku butuh waktu". Lalu dia menghilang.
Satu bulan kemudian...
Aku kembali bertanya padanya, "bagaimana, masih butuh waktu lagi?" lalu dia menjawab "maaf, aku tidak bisa jalani sama kamu lagi".
Akupun terdiam sambil menunduk. Kemudian aku bertanya sekali lagi "alasannya apa tiba-tiba kamu berubah fikiran? Jelaskan!
Diapun tertegun dan enggan menjelaskan apapun. Seketika itupun dia menghilang bagaikan daun yang terbakar oleh api. Hanya tinggallah abu yang menjadi kenangan. Dia hanya datang untuk memberikan pelajaran, bukan untuk menetap seperti kata mutiara elegan yang hanya terucap dalam kata bukan dalam hati...
Cerpen
By :handhikuchan
“Silakan masuk” kataku dari dalam ruangan kosong sembari melihat sosok bayangan itu. Aku masih terdiam, tercengang dan tak berdaya karena dia begitu mudah membuka pintu.
“Bolehkah aku menjadikanmu sebagai putri dalam hidupku?” Tanya dia sambil menatap mataku.
“Emmm.. Ii,.yaa!” begitu mudah aku menjawab ajakan dia. Lalu aku dan diapun menjalani hari-hari bersama sambil merencanakan sesuatu yang luar biasa. Ragu dalam lintasan namun aku tetap melangkah maju dengan keyakinan. Suatu ketika pergantian tahun akan terjadi, lalu dia ijin untuk pergi bersama keluarga besarnya. Setelah malam itu diapun menjadi sosok yang sangat berbeda dari pertama bertemu. Hatiku terasa terombang-ambing dengan sikap dia yang berubah, akupun memberanikan diri untuk bertanya padanya. "apa yang sebenarnya terjadi?" kataku sembari berdo'a dalam hati. Diapun menjawab "aku tidak pantas untukmu".
Seketika hatiku seperti dicabik-cabik, dibakar dan dibuang kedasar jurang. Akupun bertanya lagi "apa alasan kamu berkata seperti itu?"
Dia hanya berkata "maafkan aku, aku butuh waktu". Lalu dia menghilang.
Satu bulan kemudian...
Aku kembali bertanya padanya, "bagaimana, masih butuh waktu lagi?" lalu dia menjawab "maaf, aku tidak bisa jalani sama kamu lagi".
Akupun terdiam sambil menunduk. Kemudian aku bertanya sekali lagi "alasannya apa tiba-tiba kamu berubah fikiran? Jelaskan!
Diapun tertegun dan enggan menjelaskan apapun. Seketika itupun dia menghilang bagaikan daun yang terbakar oleh api. Hanya tinggallah abu yang menjadi kenangan. Dia hanya datang untuk memberikan pelajaran, bukan untuk menetap seperti kata mutiara elegan yang hanya terucap dalam kata bukan dalam hati...
Cerpen
By :handhikuchan
Langganan:
Postingan (Atom)











