Sabtu, 08 Agustus 2020

Dia Lelakiku

   Jika aku diberi pertanyaan "mengapa kamu memilihnya?", pasti jawabanku cuma satu "enggak tau". Aku juga enggak pernah berniat dekat dengannya karena pada saat itu aku mengharapkan seseorang yang lebih dahulu dekat denganku. Tiba-tiba waktu begitu cepat seperti ada angin yang melewatiku dengan kecepatan tak seperti biasanya. Bisa dibilang seperti kilat, yang tiba-tiba terjadi tanpa diperkirakan sebelumnya. Terkadang merasa masih seperti mimpi punya dia, bukan tentang siapa dia tapi tentang bagaimana dia meluluhkan dinding tebal yang terbuat dari beton. Super sekali rasanya. Tak henti mengucap rasa syukur dan menerbangkan do'a ke langit agar rencana kita selalu diberikan kemudahan.
  Mungkin dalam hati kecilku begitu banyak pertanyaan dan kekhawatiran namun dia selalu memberikan penguatan bahwa kita hanya bisa berusaha semampunya karena hanya Allah yang dapat menentukan segalanya. Dan saat ini kita hanya bisa saling menyemogakan agar menjadi pelabuhan terakhir. Dunia ini tak pernah begitu sempurna begitu pula dengan kisah yang ada didalamnya seperti kerikil kecil yang masih bisa berserakan dimana-mana. Jadi sebagai mahluk hanya bisa menjalani sesuai apa yang ada di depan mata.
  Memilikinya seperti mendapatkan sesuatu yang tak pernah terduga sebelumnya, dia sosok yang begitu sabar, sosok yang begitu pengertian dengan begitu moodyannya aku. Dia yang selalu bisa berdikir lebih dewasa dibandingkan aku, dia lebih dari segalanya. Terkadang kita bisa menjadi teman, sahabat, pasangan dan tergantung situasi juga si yaa. Satu hal lagi yang paling aneh, entah mereka bisa bilang bucin kali yaa. Kita merasa selalu rindu meski setelah bertemu dan terkadang saat bertemu ada saja kekonyolan yang dilakukan, entah itu dari diriku atau darinya. Kita malah lebih suka kalau salah satu tersiksa bukan penganiyayaan ya, hanya seperti candaan atau keusilan yang suka kita lakukan untuk membuat pasangan sebel gitu.. Hahaha 
  Rasanya menyenangkan ketika bertemu dengannya, seperti berada dalam labirin yang terisi dengan sosoknya. Hahaha membayangkan saja aku sudah sangat bahagia apalagi bisa jadi kenyataan pasti setiap harinya bertemu dengan dia. Ini hanya ilusi mata dan hati saja, semoga saja kita diberikan perjalanan yang menyenangkan agar selalu diberikan kelancaran di kedepannya. Semoga harapan harapan bukan hanya harapan dalam ilusi namun menjadi harapan yang menjadi indah di hari esok dan masa yang akan datang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar