Rabu, 23 September 2020

Pelukan dari Simfoni


Disaat malam tiba
perasaan sunyi
Sedang mendekap dalam kalbu
jiwa meronta ronta
tapi apalah daya
jika tak sampai memberitahukan isi hati
Simfoni malam ini
Seperti sedang memberikan sebuah pelukan hangat
bahwa sebuah rasa hanya bisa terpendam
jika diungkapkan saja tak diberi waktu
maka
diam sejenak sembari menikmati alunan simfoni yang kau dengar
anggap saja simfoni adalah pengobat rasa pilu

Luka Jiwa

Pernah merasa bahagia
Pernah merasa kamu satu-satunya
Rasanya seperti rasa syukur yang tak henti
Hari-haripun lebih terasa menyenangkan

Begitu banyak rencana
Begitu banyak yang kita lalui
Meski waktu begitu singkat
Aku sungguh bahagia 

Bersyukur bisa bertemu denganmu
Namun seketika melebur
Kenangan kita telah usai
Harapan kita telah pergi terbawa angin

Kamu yang aku dambakan
Melukai jiwaku
Kamu merobek-robek hatiku
Hingga akhirnya kembali pada luka

Selasa, 15 September 2020

Aku pernah memandang kedepan
Aku pernah berharap pada satu tujuan
Seketika semua sirna
Bagaikan matahari yang tertutup awan
Gelisah dan gundahnya hati
Namun semua bukanlah derita
Mereka hanya dedaunan kering
Yang hanya singgah sementara
Lalu pergi terhempas oleh angin

Aku bukan wanita cantik
Yang di dambakan lelaki
Aku hanyalah wanita biasa
Yang bisa memposisikan 
Harus bagaimana aku bersikap
Aku hanyalah wanita
Yang selalu menggunakan perasaan
Bukan hanya menggunakan logika
Aku hanya wanita
Yang pernah terluka berulang kali karena lelaki
Hingga akhirnya aku tidak tahu
Siapa yang benar-benar tulus
Atau hanya sekedar singgah
Dan hanya bermain-main dengan perasaan tulus...
  "Morning imajinasi"

Sebuah Harapan

Aku bukanlah wanita sempurna
Aku juga bukan wanita tercantik
Aku hanyalah wanita biasa
Yang mendambakan kamu
Sosok lelaki
Yang memberikanku kehangatan
Bukan hanya kisah yang sementara
Setelah itu membekaskan luka
Aku hanya ingin
Lelaki biasa
Yang bisa memberikan ketulusannya
Untuk menggapai tujuan bersama