Saat pertama aku sudah memiliki seseorang yang sudah menjadi pujaan hatiku. Tiba-tiba kau datang dihadapanku, saat cintanya tidak mendukungku untuk bertahan, kau tiba-tiba perlahan mengambil hatiku. aku relakan melepasnya demi diriku. awalnya saat aku sudah bersamamu, aku merasakan rasa sakit yang begitu pedih. aku merasa kasihan kepadanya. mengapa aku bisa setega itu padanya. padahal selama kita menjalin hubungan dia begitu baik dan sangat mempengaruhi hari-hariku. semenjak aku tidak berhubungan dengannya lagi, kita seprti musuh. dia menjauh agar dia bisa melupakan aku. walaupun dia sudah jauh, namun aku tak bisa melupakan sosoknya yang istimewa. au benar-benar menghargai betapa peduli, cintanya, dan kasih sayangnya dia padaku. walau hubungan kita jarak jauh namun rasa itu tak pernah pudar, setiap waktu dan setiap detik selalu ada kesan dihati. saat aku marah dia tidak pernah sedikitpun berhenti untuk membuatku tersenyum. dia sosok yang aku kagumi hingga saat ini. aku berharap dia masih ingat padaku walaupun kita sudah menjalin hubungan, namun semuanya itu telah sirna. karena dia pasti sudah kecewa dan sakit hati sama aku. karena aku mudah melupakannya. memang didepannya aku seperti tak perduli padanya, namun sampai saat ini aku masih mengharapkan dia hubungin aku sebagai teman. mungkinkah dia masih memikirkan aku? mungkinkah dia ingat aku? semuanya tak bisa dijawab dengan kata-kata. ceritaku untuk pengalaman kalian. begitu pahitnya apabila tidak benar-benar kita pikirkan dengan matang. karena suatu keputusan begitu sakit saat kita mengambil langkah yang salah.
To be continued....












Tidak ada komentar:
Posting Komentar