Wanita kecil sudah beranjak dewasa,
Yang memiliki jutaan beban,
Tanggungjawab serta guncangan batin menyayat kalbu,
Detik demi detik telah dilalui,
Luka luka kecil tumbuh dan menggores,
Luka yang tiap detik menganga dan menutup,
Seperti kayu rapuh nan tua,
Dia ibuku,
Tapi mengapa dia seolah menyuruhku pergi,
Kata kata nya tak seindah kenangan masa itu,
Aku hanya gadis yang terpontang panting,
Aku rindu,
Gemuruh dalam hati,
Ingin rasanya kembali dalam kenangan yang terkubur waktu,
Tapi semua sudah berlalu,
Hanya menjadi kenangan abadi antara aku dan ibuku...












Tidak ada komentar:
Posting Komentar