Hanya bercerita tentang seseorang yang saling mengagumi dan memberikan sebuah komitmen menjalin sebuah hubungan masadepan namun perjalanan itu tidak berjalan baik sesuai apa yang mereka harapkan...
.
.
Saat itu wira dan dinda sudah berteman baik namun tiba-tiba wira mengungkapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah komitmen, saat itu wira berkata "aku tidak mau pacaran, bulan depan aku mau minta ijin ke orangtuamu" lalu dindapun bertanya "untuk apa kamu datang kerumah?". Wirapun hanya menjawab "lihat saja nanti". Namun seiring berjalannya waktu dinda merasakan keanehan karena si wira selalu memanggilnya dengan kata "sayang" sedangkan wira pernah mengatakan bahwa dia tidak mau pacaran. Dinda pun merasakan resah karena dinda tidak pernah tau hubungan apa yang sedang dia jalani. Lalu dinda pun memberanikan diri untuk bertanya "sebenarnya aku siapa kamu wira?" lalu wira menjawab "kamu kekasihku". Seketika dinda hanya termenung namun dalam hatinya merasakan bahagia karena pada akhirnya ada seseorang yang benar-benar akan datang menemui orangtuanya.
Namun seiring berjalannya waktu banyak kejadian yang membuat dinda merasa gelisah, dinda merasakan begitu peliknya hubungan yang dijalani, banyak sesuatu yang menekan dirinya hingga dinda tak sanggup menjalani hubungan bersama wira. Wira adalah sosok yang baik namun satu sisi wira adalah sosok yang egois dan selalu ingin dimengerti tanpa mau tau apa yang sedang dinda rasakan. Wirapun tak pernah tau apa kesukaan dinda, bagaimana keadaan dinda, dan kapan hari ulangtahun dinda.. Detik demi detik wira dan dinda sering bertengkar hanya karena masalah sepeleh, dinda sering dapat cacian dari wira yang seolah-olah dinda mengeluarkan kata yang tidak sopan padanya. Banyak kata dan ucapan yang tak pernah dinda pahami tentang wira, yang pada akhirnya membuat dinda mengungkapkan segala keluh kesah yang penuh sesak di dalam jiwa raganya. Namun ungkapan dinda hanya dipahami saat itu juga, keesokan harinya wirapun tetap bersikap sama dan pada akhirnya dinda pun memutuskan untuk menyudahi segala hubungannya dengan wira dan wirapun tak berkata banyak tentang itu, dia hanya berucap "yakinkah kamu untuk menyudahi hubungan kita" lalu dinda menjawab "iya"
Dan semuanya berakhir setelah kata iya....
.
.
Satu hal yang perlu di kutip dari cerita itu.
Bahwa hubungan itu memang tidak selalu sempurna, tidak selalu baik baik saja. Yang ada hanyalah sebuah perjuangan antara kamu dan dia. Usaha mendapatkan kebahagiaan bersama. Jangan merasa bahwa hanya kamu yang membutuhkan perhatian, bukan hanya kamu yang ingin dimengerti. Sibuk memang adalah aktivitas masing masing namun sebuah hubungan juga membutuhkan sebuah komitmen dalam menjalani, banyak hal yang diproseskan untuk mendapatkan satu tujuan bersama karena segalanya dibicarakan baik-baik dan segalanya dilakukan bersama bukan hanya satu pihak saja...
.
Semoga kamu yang berkomitmen selalu bahagia.
Salam dari handhikuchan.. ^.^












Tidak ada komentar:
Posting Komentar