Selasa, 09 Juni 2020

Kesempatan yang Sia-Sia

Aku kira,
Kesempatan adalah kebahagiaan,
Nyatanya,
Kesempatan,
Bukanlah sesuatu yang baik,
Tak ada kesempatan yang merubah,

Sikapmu sama saja,
Mungkin memang benar,
Kamu hanya memikirkan dirimu,
Aku bukanlah prioritasmu,
Dan akupun tak tahu,
seberapa pentingnya aku untukmu,

Aku kembali pada luka,
Dan aku kembali menyerah,
Entah hanya ini pikiranku,
Atau memang kenyataan,
Memang berat,
Jika menjalani saat aku jauh darimu...

Tersenyum meski sedang Luka

Aku tersenyum,
Aku bisa tetap tertawa,
Tetapi sesungguhnya aku luka,
Kamu tau kenapa?
Kamu dan aku terhalang jarak,
Tapi seakan akan aku bukan prioritasmu,
Aku melihatmu online,
Tapi kamu tak pernah mencoba menghubungiku,
Aku memang diam,
Karena aku cukup lelah untuk memulai,
Seakan akan hanya aku yang ingin berjuang,
Seakan akan hanya aku yang ingin menggapai tujuan,
Aku sudah pernah menjelaskan,
Jika kesempatan kedua ini tak berarti,
Maka biarkanlah aku pergi,
Dan biarkanlah aku menemukan dia yang peduli,
Bukan hanya ingin diperdulikan....











Rabu, 06 Mei 2020

Cerpen Komitmen

.
Hanya bercerita tentang seseorang yang saling mengagumi dan memberikan sebuah komitmen menjalin sebuah hubungan masadepan namun perjalanan itu tidak berjalan baik sesuai apa yang mereka harapkan...
.
.
Saat itu wira dan dinda sudah berteman baik namun tiba-tiba wira mengungkapkan bahwa ia ingin menjalin sebuah komitmen, saat itu wira berkata "aku tidak mau pacaran, bulan depan aku mau minta ijin ke orangtuamu" lalu dindapun bertanya "untuk apa kamu datang kerumah?". Wirapun hanya menjawab "lihat saja nanti". Namun seiring berjalannya waktu dinda merasakan keanehan karena si wira selalu memanggilnya dengan kata "sayang" sedangkan wira pernah mengatakan bahwa dia tidak mau pacaran. Dinda pun merasakan resah karena dinda tidak pernah tau hubungan apa yang sedang dia jalani. Lalu dinda pun memberanikan diri untuk bertanya "sebenarnya aku siapa kamu wira?" lalu wira menjawab "kamu kekasihku". Seketika dinda hanya termenung namun dalam hatinya merasakan bahagia karena pada akhirnya ada seseorang yang benar-benar akan datang menemui orangtuanya.

Namun seiring berjalannya waktu banyak kejadian yang membuat dinda merasa gelisah, dinda merasakan begitu peliknya hubungan yang dijalani, banyak sesuatu yang menekan dirinya hingga dinda tak sanggup menjalani hubungan bersama wira. Wira adalah sosok yang baik namun satu sisi wira adalah sosok yang egois dan selalu ingin dimengerti tanpa mau tau apa yang sedang dinda rasakan. Wirapun tak pernah tau apa kesukaan dinda, bagaimana keadaan dinda, dan kapan hari ulangtahun dinda.. Detik demi detik wira dan dinda sering bertengkar hanya karena masalah sepeleh, dinda sering dapat cacian dari wira yang seolah-olah dinda mengeluarkan kata yang tidak sopan padanya. Banyak kata dan ucapan yang tak pernah dinda pahami tentang wira, yang pada akhirnya membuat dinda mengungkapkan segala keluh kesah yang penuh sesak di dalam jiwa raganya. Namun ungkapan dinda hanya dipahami saat itu juga, keesokan harinya wirapun tetap bersikap sama dan pada akhirnya dinda pun memutuskan untuk menyudahi segala hubungannya dengan wira dan wirapun tak berkata banyak tentang itu, dia hanya berucap "yakinkah kamu untuk menyudahi hubungan kita" lalu dinda menjawab "iya"
Dan semuanya berakhir setelah kata iya....
.
.
Satu hal yang perlu di kutip dari cerita itu.
Bahwa hubungan itu memang tidak selalu sempurna, tidak selalu baik baik saja. Yang ada hanyalah sebuah perjuangan antara kamu dan dia. Usaha mendapatkan kebahagiaan bersama. Jangan merasa bahwa hanya kamu yang membutuhkan perhatian, bukan hanya kamu yang ingin dimengerti. Sibuk memang adalah aktivitas masing masing namun sebuah hubungan juga membutuhkan sebuah komitmen dalam menjalani, banyak hal yang diproseskan untuk mendapatkan satu tujuan bersama karena segalanya dibicarakan baik-baik dan segalanya dilakukan bersama bukan hanya satu pihak saja...
.
Semoga kamu yang berkomitmen selalu bahagia.
Salam dari handhikuchan.. ^.^

Hanya aku yang menginginkanmu

Pernah kah kamu berada di posisiku?
Yang mengagumimu,
Yang selalu merindukanmu,
Tapi mengapa?
Tak pernah sekalipun kamu menoleh,
Ringkih rasanya hatiku,
Ketika melihatmu,
Tapi bukan kamu secara nyata,
Yang aku lihat,
Hanyalah bayanganmu,
Sampai kapan aku menunggu?
Sampai kapan aku berjuang?
Dan sampai kapan aku tetap berdiri disini,
Akankah waktu berpihak padaku?
Dan akankah kamu membalas segala rasaku?

Selasa, 14 April 2020

*Titik*

Pernahkah kamu,
Berada pada satu titik,
Yang harus memilih,
Antara pilihan satu dan lainnya,

Pernahkah kamu,
Mengatakan,
Apa yang sedang kamu rasakan,
Dan apa yang kamu gumamkan dalam hati,

Terkadang,
Harapan itu,
Hanya berada dalam gumaman hati,
Jika itu diungkapkan,
Seperti gunung meletus tiba tiba...
Tetesan hujan itu,
Seperti tetesan air mataku,
Ingin rasanya ku menangis,
Dan ingin pula rasanya menyerah,

Bertahan tapi rasanya terluka,
Bertahan tapi terasa menyiksa,
Jika menyerah,
Tapi hati masih kekeh untuk berjuang,

Mungkin,
Pikiranku saja yang terlalu berlebihan,
Dan mungkin hanya perasaanku yang menggebu gebu,
Tapi rasanya aku ingin berhenti sampai disini,
.
.
Wattpad : http://www.wattpad.com/SubhanaAndhiKurnia
.
Hanya ingin menulis,
Hanya ingin mengubah kata menjadi rangkaian kalimat indah untuk dibaca
. ♥♥

Selasa, 07 Januari 2020

Aku sedang merindu,
Merindukan kalian yang dulu,
Yang bisa ku genggam ketika aku terpuruk,
Aku sedang merindu,
Hingga tetesan air mataku terjatuh,
Entah duka apa yang sedang berselimut dalam hati,
Yang ingin ku gapai saat ini hanyalah kalian,
Inginku memelukmu hingga segalanya tercurahkan,
Hatiku sedang tak menentu,
Wahai kalian yang dulu,
Kembalilah dalam situasi yang sama,
Hinggaku dapat bersamamu disetiap detik,
Meski ku tersadar bahwa waktu ini telah berbeda,
Duniamu dan duniaku terhalang oleh waktu...
.
.
#hanyarindu 🙈