Kamis, 12 September 2019

Tersenyum Dibalik Luka yang Membara

Tetesan
Demi tetesan ku sembunyikan dari dunia
Luka demi luka
Ku tutup rapat
Batinku tersayat-sayat
Seperti tertusuk duri mawar
Aku mencoba tertawa
Meski batinku menangis
Aku mencoba bahagia
Meski lukaku membara
Aku terdiam bukan berarti baik-baik saja
Hanya saja ku tak ingin mengumbar luka
Yang kau tau hanyalah aku yang ceria
Yang kau tau hanyalah aku yang terlihat baik
Namun sebenarnya bukan itu
Lukaku
Sedihku
Kekecewaanku
Hanya aku, diriku dan batinku yang merasakan
Sekuat-kuatnya aku berdiri
Meski ombak terus mengguyur
Aku tetap bertahan dengan senyum palsuku
Aku kuat karenamu
Aku tegar karenamu
Meski tak pernah tau lukaku
Akukan tetap selalu ceria di depanmu
Untukmu ku selalu belajar ikhlas
Untukmu juga ku menahan segala perihku sendiri
Bukan tak ingin membuatmu khawatir akan diriku
Cukuplah sakitku
Yang membuatmu berfikir sekuat tenaga
Mencari jalan terbaik
Dan mencari keajaiban yang terjadi
Kau mengatakan selalu padaku “ kalau kamu sakit semua itu sengsara”
Hancur rasanya hatiku
Ingin rasanya ku menangis
Ingin rasanya ku meminjam bahu seseorang
Untuk menahan tetesan demi tetesan
Bisakah aku selalu tersenyum meski terluka?
Dan bisakah aku selalu ceria untuk apapun yang terjadi ?
Meski keluh kesahmu menggoyahkan batinku
Bisakah aku menjadi penghilang penatmu ?
Bukannya menjadi beban hidupmu
Maafkanlah
Jika aku selalu membuatmu khawatir
Maafkanlah
Jika sakitku membuatmu bingung
Dan sebenarnya
Dirikulah yang lebih pedih
Merasakan apa yang terjadi pada diriku ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar